Sunday, June 11, 2006

W4rna Hatiku

by : bang abivara

Dear permata,…………………Tak akan jemu aku guratkan tinta ini untuk menyambangimu di sana, bertanya kabar dari pujaan hati belahan jiwa, semoga mentari pagi masih setia menyapamu dengan sinarnya di hari ini. Dan aku bersyukur ternyata pena ini masih tulus meluahkan segenap perasaan dalam balutan rindu dan cinta.

Hari demi hari aku lalui dengan taburan warna semburatkan gejolak asa yang membuncah dalam dada ini, mencoba untuk memaknai semua apa yang terjadi untuk kemudian sampai pada puncak kesimpulan bahwa cinta lah yang menyelimuti relung hati ini…..Kupikir….aku harus menjalani semua ini dengan ikhlas karena aku tak mau terlarut dalam seribu satu pertanyaan akan akhir dari semua ini…ya …..aku takut terluka karenanya…biarlah cinta ini tumbuh dalam ladang hati berpagarkan kenyataan bahwa aku hanya bisa memiliki hatimu

Aku berharap ada sejumput pengertian darimu bahwa inilah cinta kita….cinta yang tumbuh dengan seribu penghalang, tapi aku yakinkan padamu wahai permata hatiku…..aku akan senantiasa memupuk tanaman cinta yang telah kau titipkan padaku…akan aku sirami dengan air mata ketulusan, akan aku jaga dia sampai berbunga walau aku tahu..tiada daya untuk aku memetiknya. Tapi biarlah…karena sekurangnya aku dapat memandangi keindahan kelopaknya, mencium harum wanginya hingga tak akan aku sisakan sedikitpun untuk orang lain…..tiada siapapun….dan aku sudah sangat bahagia karenanya…..

Duhai permata hati dambaan jiwa pelipur kalbu………..Permata…..permata……sering aku tuliskan kata itu dalam puisiku….adakah aku berhak memanggilmu permata?….tak akan aku menunggu jawaban darimu sebab bagiku kau lebih dari sekedar permata……yang pasti…aku tak mau kehilangan permata itu…..jika ada kekuatan…akan aku genggam dalam telapak tanganku hingga tak ada mata lain yang dapat melihat keindahan sinarnya………..

Satu pintaku padamu…..jadilah permata dalam hatiku….dengan kemilau darimu jadi panduan dalam gulita jalanku…akan aku jemput kau nanti dalam angan dan mimpiku untuk bercumbu rayu bersama taburan hasrat yang tak akan pernah padam meski raga jauh di pandangan, cukuplah itu buat pelipur lara dan dukaku dalam penantian rindu yang semakin menggunung………………

Kenapa………………????Fikiranku tercecer entah di mana, menjauh dalam ketidaktahuanku akan semua yang menghampiri secara perlahan, berlenggang lenggok menggoda tanya yang semakin lirih mengusap daun telinga yang seakan tuli, mataku buta dalam nyalang menatap jauhnya kegelapan memeluk rapuhnya tongkatku…..semua hitam……..semua sunyi…..semua gelap……semua menyakitkan……..dan semua ada padaku……

Awalnya……….Mudah kudapati putih sinar dalam gulita jiwaku, hingga semua temaram berenang menjauh dalam danau keyakinan, membuncah menenggelamkan jasad keyakinanku, senyumpun terkembang dan menggantung indah di pojok bahagia, ya…….istanaku terpampang megah dalam hati ini, semua putih……semua harum……semua terang……semua menyenangkan…..dan semua ada padaku…..

0 Comments:

Post a Comment

<< Home